Jumat, 01 Maret 2013

FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DAN PEMBERDAYAANNYA

FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DAN PEMBERDAYAANNYA













 









Oleh:
1.      NOPENIUS ZAI
2.      NURLINA HALAWA
3.      JULIANSON LASE



Dosen Pengampu,
Elias Laia, S.Pd.




IKIP Warna JPG.bmp









INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (IKIP) GUNUNGSITOLI
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI (FPBS)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
APRIL 2011
KATA PENGANTAR

              Terima kasih kami ucapakan Kepada Tuhan yang Mahakuasa, atas penyertaan-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Walaupun makalah ini tidak memenuhi seluruh yang dikehendaki oleh pembaca. Isi makalah ini berisi “ FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DAN PEMBERDAYAANNYA”.
              Lewat lembaran ini juga, kami mengucapakan terima kasih kepada dosen pengasuh mata kuliah (Elias Laia, S.Pd.) atas kepercayaannya kepada kami untuk menyusun makalah ini serta mempertanggungjawabkannya. kami  juga mengucapakan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan sumbangan pemikiran.
              Semua saran, kritik, sekaligus pertanyaan yang bersifat membangun kami sangat mengharapkan. Semoga makalah yang sangat sederhana ini dapat bermanfaat !
              Akhir kata kami ucapkan terima kasih.

                                                                  Gunungsitoli,    April 2011
                                                                              Penyusun,

                                                                              Kelompok VIII










BAB I
PENDAHULUAN

1.        Latar Belakang
       Perpustakaan merupakan jantung pendidikan. Apabila dalam sebuah lembaga pendidikan tidak memiliki perpustakaan, maka mutu yang diharapkan tidak maksimal. Agar perpustakaan itu tertata, tentu dibutuhkan peranan pustakawan. Pustakawan menurut UU Perpustakaan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau pelatihan. Kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.
Apabila di kaitkan dengan profesi, maka pustakawan dapat di kategorikan profesional atau orang yang mempunyai profesi tertentu dan sejajar dengan Insinyur,wartawan, guru dan profesional lainnya. Pemberdayaan organisasi profesi Pustakawan berarti pemberian kekuasaan dan otoritas berdasarkan peraturan perundang-undangan kepada organisasi profesi Pustakawan. Untuk mengembangkan kompetensidan profesionalismenya sehingga bisa memberikan jasa layanan kepustakaan kepada masyarakat dengan baik dan memuaskan.
Jejak organisasi profesi pustakawan yang sangat tua terlacak di kerajaan Inggris  dengan  adanya Library Association tahun 1877 dan berhasil mengumpulkan piagam The Royal Charter, 1898 yang berisi kesepakatan dasar yaitu :(a)  Mempersatukan para pustakawan; (b) Mempromosikan administrasi perpustakaan yang lebih baik; (c) Meningkatkan kualifikasi dan kompetensi pustakawan; (d) Mempromosikan pengembangan perpustakaan publik di seluruh pelosok: (e) Merumuskan model peminjaman koleksi perpustakaan; (f) Mengawasi dan mempromosikan kelahiran peraturan per undang-undangan  yang  bisa  memajukan   perpustakaan; (g)  Meningkatkan studi kepustakaan secara kualitas dan kuntitas; (h) Tukar menukar informasi dan koleksi terkait dengan perpustakaan; ( i) Mengadakan sertifikasi bagi para pustakawan; (j) Merumuskan model pemeliharaan perpustakaan yang murah namun afektif.

2.    Tujuan
Tujuan merupakan sesuatu yang hendak dicapai. Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah, agar mahasiswa mampu mengetahui apa yang dimaksud dengan fungsional pustakawan dan pemberdayaannya serta mampu mengimplementasikannya kelak.























BAB II
PEMBAHASAN
FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DAN PEMBERDAYAANNYA

1.        Jabatan Fungsional Pustakawan
              Dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, Pusat Pengembangan Pustakawan selalu mengacu pada Visi dan Misi perpustakaan Nasional RI yaitu dengan menitikberatkan pada pengembangan karir pustakawan sebagai sumber daya yang menyelenggarakan layanan perpustakaan. Adapun yang menjadi Syarat-syarat dalam pengangkatan jabatan pustakawan antara lain:
a.         Berijazah serendah-rendahnya Diploma II perpustakaan dokumentasi dan informasi atau Diploma dalam bidang lain.
b.        Bagi Diploma II bidang lain harus mengikuti terlebih dahulu diklat calon pustakawan tingkat terampil.
c.    Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda tingkat I, golongan ruang II/B.
d.    Bertugas pada unit perpustakaan dokumentasi dan informasi sekurang-kurangnya 2 tahun berturut-turut.
e.    Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP-3), sekurang-kurangnya dalam 1 tahun terakhir.
f.     Berdasarkan pada formasi jabatan pustakawan yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.
g.    Memenuhi jumlah angka kredit minimal yang ditetapkan pada jenjang jabatan/pangkatnya, dan
h.    Usia maksimal 5 tahun sebelum mencapai usia pensiun berdasarkan jabatan terakhir.




2.        Jenjang Jabatan Pustakawan
              Jenjang jabatan fungsional pustakawan berdasarkan Keputusan Menpan No. 132/KEP/M.PAN/12/2002 terdiri dari jalur terampil dan ahli. Perbedaan kedua jalur ini didasarkan atas latar belakang pendidikan pustakawan. Jalur terampil bagi pejabat fungsional pustakawan yang berlatar belakang pendidikan D2/D3 Pusdokinfo atau D2/D3 Nonpusdokinfo ditambah diklat yang disetarakan. Sedangkan jalur ahli adalah bagi para pustakawan yang memiliki latar belakang minimal S.1 Pusdokinfo atau S.1 Nonpusdokinfo ditambah dengan diklat bagi pustakawan ahli.
Jalur terampil meliputi:
  Pustakawan Pelaksana : Golongan ruang II/b, II/c dan II/d
  Pustakawan Pelaksana Lanjutan : Golongan ruang III/a dan III/b
  Pustakawan Penyelia : Golongan ruang III/c dan III/d
Jalur Ahli meliputi:
  Pustakawan Pertama : Golongan ruang III/a dan III/b
 Pustakawan Muda : Golongan ruang III/c dan III/d
  Pustakawan Madya : Golongan ruang IV/a, IV/b dan IV/c
              Pustakawan Utama : Golongan ruang IV/d dan IV/e
              Membuat Surat Permohonan untuk diangkat sebagai Pejabat Fungsional Pustakawan yang ditujukan kepada pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit, dengan melampirkan :
    Foto copy SK pengangkatan terakhir
    Foto copy DP-3 terakhir
    Foto copy Ijazah terakhir
    Foto copi sertifikat diklat kepustakawanan bagi yang berlatar       belakang non pusdokinfo.
    Dupak beserta lampiran bukti fisik



3.        Pemberdayaan  Organisasi Profesi Pustakawan
              Pustakawan menurut UU Perpustakaan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan atau pelatihan. Kepustakawanan  mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Apabila dikaitkan dengan profesi, maka pustakawan dapat di kategorikan profesional atau orang yang mempunyai profesi tertentu dan sejajar dengan Insinyur, wartawan, guru dan profesi lainnya. Pemberdayaan organisasi profesi pustakawan berarti pemberian kekuasaan dan otoritas berdasarkan peraturan perundang-undangan kepada organisasi profesi Pustakawan untuk mengembangkan kompetensi dan profesionalismenya. Sehingga bisa memberikan jasa layanan kepustakaan kepada masyarakat dengan baik dan memuaskan.
              Jejak organisasi profesi pustakawan yang sangat tua terlacak di kerajaan Inggris  dengan  adanya Library Association tahun 1877 dan berhasil mengumpulkan piagam The Royal Charter, 1898 yang berisi kesepakatan dasar yaitu :
a. Mempersatukan para pustakawan.
b. Mempromosikan administrasi perpustakaan yang lebih baik.
c. Meningkatkan kualifikasi dan kompetensi pustakawan.
d. Mempromosikan pengembangan perpustakaan publik di seluruh pelosok.
e. Merumuskan model peminjaman koleksi perpustakaan.
f. Mengawasi dan mempromosikan kelahiran peraturan perundang-undangan  yang  bisa  memajukan   perpustakaan.
g. Meningkatkan studi kepustakaan secara kualitas dan kuntitas.
h. Tukar menukar informasi dan koleksi terkait dengan perpustakaan.
 i. Mengadakan sertifikasi bagi para pustakawan, dan
j. Merumuskan model pemeliharaan perpustakaan yang murah, namun efektif.


4.        Upaya Pengembangan Kinerja Pustakawan Perguruan Tinggi di Era Globalisasi
            Kinerja atau sering disebut unjuk kerja merupakan hasil kerja yang dihasilkan oleh pegawai atau perilaku nyata yang ditampilkan sesuai dengan perannya dalam organisasi (Harinandja, 2002: 195).  Adapun yang menjadi upaya pengembangannya adalah:
a.       Adanya asosiasi atau organisasi keahlian.
b.       Terdapat pula pendidikan yang jelas.
c.        Adanya kode etik.
d.       Berorientasi pada jasa, dan
e.       Adanya tingkat kemandirian

5.      Peranan Pustakawan
Sebuah organisasi atau lembaga-lembaga termasuk dalam hal ini perpustakaan dikatakan bermutu, apabila kualitas pelayanan yang diberikan kepada publik telah memperoleh pengakuan dari masyarakat. Oleh karena itu pekerjaan kepustakawan merupakan kegiatan utama yang wajib dilaksanakan dalam lingkungan unit perpustakaan atau dokumentasi dan informasi yang meliputi:
a.         Kegiatan pengadaan.
b.        Kegiatan pengolahan dan pengelolaan bahan pustaka/sumber informasi.
c.         Pendayagunaan dan pemasyarakatan informasi baik dalam bentuk karya cetak, karya rekaman dan lain-lain.
              Perpustakaan perguruan tinggi sebagai suatu unit pelaksanaan teknis, mengemban tugas untuk mendukung tujuan lembaga induknya, yaitu memberikan layanan kepada civitas akademika dan masyarakat pemakai disekitarnya. Di mana layanan tersebut harus  relevan denga program Tri Dharma Perguruan Tinggi.
              Menurut sulistyo basuki (1994: 52), secara umum tujuan perpustakaan perguruan tinggi adalah:
1.           Memenuhi keperluan informasi masyarakat perguruan tinggi, lazimnya staf pengajar dan mahasiswa. Sering pula mencakup pula tenaga administrasi perguruan tinggi.
2.            Menyediakan bahan pustaka rujukan (referens) pada semua tingkat akademis, artinya mulai dari mahasiswa tahun pertama hingga ke mahasiswa program pascasarjana dan staf pengajar.
3.           Menyediakan ruangan belajar untuk pemakai perpustakaan.
4.           Menyediakan jasa peminjaman yang tepat guna bagi berbagai jenis pemakaian, dan
5.            Menyediakan jasa informasi aktif yang tidak saja terbatas pada lingkungan perguruan tinggi tetapi juga lembaga industri lokal.
              Lebih lanjut Prabowo Tjitropranoto (1995:1)  mengatakan,  seorang pustakawan harus memiliki:
1.      Kemampuan berkomunikasi sehingga dapat dengan mudah mengidentifikasi keperluan pengguna informasi.
2.       Dapat berbahasa asing, terutama bahasa Inggris sehingga mempermudah hubungan internasional.
3.       Memiliki kemampuan mengembangkan teknik dan prosedur kerja dalam bidangnya, dan
4.       Mampu melaksanakan penelitian di bidang perpustakaan untuk menentukan inovasi baru sebagai alternatif pemecahan masalah.

6.        Faktor Kendala Yang Dihadapi Pustakawan
              Persoalannya berkaitan dengan upaya membangun dan mengembangkan kinerja pustakawan ke arah yang lebih baik. Persoalan tersebut terkait dengan berbagai kendala atau hambatan yang dihadapinya, seperti pembinaan yang belum memadai; terbatasnya pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki di bidang pusdokinfo; terbatasnya kemampuan dalam penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris; dan faktor-faktor psikologis, sehingga menyebabkan kinerja pustakaawan belum maksimal.
BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan
              Pustakawan merupakan salah satu jabatan fungsional (jafung) di departemen pekejaan umum. Pustakawan memiliki tugas, seperti kegiatan pengadaan, pendataan, pelayanan kepada pengunjung, pengelolaan bahan pustaka/sumber informasi, dan Pendayagunaan serta pemasyarakatan informasi baik dalam bentuk karya cetak, karya rekaman dan lain-lain.
              Tentu dalam menjalankan tugas tersebut, harus memilik kompetensi di bidang perpustakaan.  Adapun yang menjadi syarat-syarat dalam pengangkatan jabatan pustakawan antara lain:
a.       Berijazah serendah-rendahnya Diploma II perpustakaan dokumentasi dan informasi atau Diploma dalam bidang lain.
b.      Bagi Diploma II bidang lain harus mengikuti terlebih dahulu Diklat calon pustakawan tingkat terampil.
c.       Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda tingkat I, golongan ruang II/B.
d.      Bertugas pada unit perpustakaan dokumentasi dan informasi sekurang-kurangnya 2 tahun berturut-turut.
e.       Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP-3), sekurang-kurangnya dalam 1 tahun terakhir.
f.        Berdasarkan pada formasi jabatan pustakawan yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.
g.       Memenuhi jumlah angka kredit minimal yang ditetapkan pada jenjang jabatan/pangkatnya, dan
h.       Usia maksimal 5 tahun sebelum mencapai usia pensiun berdasarkan jabatan terakhir.  


              Dalam menjabat jabatan  fungsional tersebut memiliki jalur  yakni, jalur terampil dan ahli. Perbedaan kedua jalur ini didasarkan atas latar belakang pendidikan pustakawan.  Agar perpustakaan itu terpelihara, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
a.       Adanya asosiasi atau organisasi keahlian.
b.       Terdapat pula pendidikan yang jelas.
c.        Adanya kode etik.
d.       Berorientasi pada jasa, dan
e.       Adanya tingkat kemandirian

B.       Saran
              Adapun yang menjadi saran dalam penulisan  makakah ini adalah, agar fungsional pustakawan serta pemberdayaannya dapat diterapkan dalam dunia pendiddikan. Semua saran, kritik, sekaligus pertanyaan yang bersifat membangun kami sangat mengharapkan, agar makalah ini lebih sempurna.















DAFTAR PUSTAKA

Suwarno Wiji, 2010, Ilmu Perpustakaan dan Kode Etik Perpustakawan, Media Group, Jakarta.






















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar