Jumat, 01 Maret 2013

KEMAMPUAN MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR

DISUSUN OLEH:
Nama : VIKTOR RISMAN ZEGA
NIM : 092124085
Kelas : A
Semester : III (Tiga)

DOSEN PENGAMPU,
Dr. Sadieli Telaumbanua, M.Pd., M.A.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(IKIP) GUNUNGSITOLI
T.A. 2010/2011

KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan
Yang Maha Esa atas berkat dan anugrah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas ini tepat
pada waktunya.
Pada kesempatan ini juga, penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dosen
Dr. Sadieli Telaumbanua, M.Pd., M.A., selaku pengampu mata kuliah Menulis II atas
arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan tugas ini. Dan juga kepada rekan-rekan
semuanya yang turut memberi masukan dan bentuk partisipasi lainnya kepada penulis,
dalam menyelesaikan tugas ini hingga dapat terselesaikan dengan baik.
Dalam membuat tugas ini, penulis sadar masih banyak kekurangan dan kelemahan.
Untuk itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
sehingga tugas ini menjadi lebih sempurna lagi.
Harapan penulis, kiranya tugas ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan kepada
penulis pada khususnya.
Gunungsitoli, 07 Desember 2010
Penulis,
Viktor Risman Zega
NIM. 092124085
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantarcccccccc...ccccccccccccccc...cccc i
Daftar Isi cccccccccccccccccccccccccc.c.ccc ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang c.ccccccccccccccccc.c.c. 1
B. Batasan Masalah cccc.cccccccccccccc.c... 1
C. Tujuan Pembahasan cccccccccccccccc..cc. 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Bahasa cccccccccccccc..ccccc. 3
B. Fungsi Bahasa c.cccccccccccc...cccc............. 3
C. Tujuan Bahasa yang Baik dan Benar cccccccccccc.. 6
D. Ciri-ciri Bahasa yang Baik dan Benar cccccccccccc 6
E. Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar cccccccccc. 7
F. Fungsi Bahasa yang Baik dan Benar cccccccccccc.. 10
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ccccccccccc.ccccccccc..c 11
B. Saran cccccccccccccccccccccccc. 11
DAFTAR PUSTAKA ccccccccccc.ccccccccccccc... 12
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari
yaitu sebagai alat komunikasi. Setiap manusia menggunakan bahasa,walaupun bahasa yang
digunakan seseorang itu berbeda-beda. Bahasa seseorang muncul sejak kecil dan bahasa
tersebut berkembang sampai ia dewasa. Kita tidak dapat mengerti apa isi hati seseorang itu
tanpa bahasa. Maka dengan adanya bahasa, kita dapat menyampaikan ide, gagasan dan
perasaan kita kepada seseorang.
Bahasa Indonesia bukan hanya dipergunakan pada proses belajar tetapi juga
dipergunakan pada percakapan sehari-hari sebagai bahasa perantara dan dapat dipakai juga
dalam penulisan karya ilmiah seperti: penulisan makalah, laporan penelitian, dan
sebagainya dan juga bahasa Indonesia dipergunakan dalam berpidato, memimpin rapat,
berdiskusi, kuliah, menyampaikan pelajaran dan lain sebagainya.
Bahasa Indonesia memperkaya dirinya dengan mengambil unsur-unsur baik dari
bahasa daerah maupun dari bahasa asing. Seseorang memakai bahasa yang baik dan benar
harus mengikuti struktur atau kaidah-kaidah tata bahasa yang meliputi bidang-bidang
fonologi, morfologi dan sintaksis.
B. Batasan Masalah
Berdasarkan topik di atas maka penulis membatasi masalah dalam makalah ini yaitu:
masalah kemampuan siswa SMA dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan
benar dan masalah membedakan kalimat yang baik dan kalimat yang salah.
1
C. Tujuan
Adapun tujuan dalam makalah ini adalah untuk mengetahui kemampuan siswa
dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Bahasa
Kita sudah mengetahui bahwa bahasa sangat berperan aktif di dalam kehidupan
manusia. Maka salah satu persoalan atau masalah yang sering dihadapi oleh orang-orang
yang berkecipung dalam dunia ilmu bahasa adalah asal-usul dari pada bahasa. Bahasa
adalah alat komunikasi untuk mengungkapkan isi hati seseorang kepada orang lain, baik
secara langsung maupun tidak langsung. Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan
bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka
menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan
mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap
api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya. Tetapi mereka itu harus mengakui pula
bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi tadi mengandung banyak
segi yang lemah. Bahasa memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks
daripada yang dapat diperoleh dengan mempergunakan media tadi. Bahasa haruslah
merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bukannya sembarang bunyi. Dan
bunyi itu sendiri haruslah merupakan simbol atau perlambang.
B. Fungsi Bahasa
Bila kita meninjau kembali sejarah pertumbuhan bahasa sejak awal hingga sekarang,
maka fungsi bahasa dapat diturunkan kepada kita atau kepada generasi-generasi
mendatang. Bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan
seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk
3
berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam
lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial.
1. Untuk menyatakan ekspresi diri
Sebagai untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa menyatakan secara terbuka
segala sesuatu yang tersirat di dalam hati kita, sekurang-kurangnya untuk memaklumi
keberadaan kita.
Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain:
a. Agar perhatian orang lain menarik terhadap kita
b. Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.
Sebenarnya semua fungsi bahasa sebagai yang dikemukakan di atas tidak
terpisah satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari. Pada taraf permulaan, bahasa pada
anak-anak sebagian berkembang sebagai alat untuk menyatakan dirinya sendiri, ia
menangis bila lapar atau haus. Ketika mulai belajar bahasa, ia memerlukan kata-kata
untuk menyatakan lapar, haus, dan sebagainya. Hal itu berlangsung terus hingga
menjadi dewasa, keadaan hatinya, suka dukanya, semua dapat diungkapkannya dengan
bahasa agar tekanan-tekanan jiwanya dapat tersalur.
2. Alat Komunikasi
Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi
tidak sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau tidak dipahami oleh orang
lain. Dengan komunikasi kita dapat menyampaikan apa yang kita rasakan, pikirkan dan
kita ketahui kepada orang lain, dengan komunikasi pula kita dapat mempelajari dan
mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita, serta apa yang dicapai
oleh orang-orang yang sejaman dengan kita.
4
Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita,
melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan
sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan
dan mengarahkan masa depan kita. Ia juga memungkinkan manusia menganalisa masa
lalunya untuk memetik hasil-hasil yang berguna bagi masa kini dan masa yang akan
datang.
3. Alat mengadakan integrasi dan adaptasi sosial
Melalui bahasa seorang anggota masyarakat perlahan-lahan belajar mengenal
adat istiadat tingkah laku dan tata karma masyarakatnya. Ia mencoba menyesuaikan
dirinya (adaptasi) dengan semuanya melalui bahasa. Seorang pendatang baru dalam
sebuah masyarakat harus melakukan hal yang sama. Bila ingin hidup dengan tentram
dan harmonis dalam masyarakat itu, maka ia harus menyesuaikan dirinya dengan
bahasa masyarakat tersebut.
Bahasa-bahasa menunjukkan perbedaan antara satu dengan yang lainnya, tetapi
masing-masing mengikat kelompok penuturnya dalam satu kesatuan. Bahasa
memungkinkan setiap individu untuk menyesuaikan dirinya, dengan adat istiadat dan
kebiasaan masyarakat bahasa itu. Dua orang yang mempergunakan bahasa yang sama,
akan mempergunakan pula kata-kata yang sama untuk melukiskan suatu situasi yang
identik. Kata sebagai suatu simbol bukan saja melambangkan pikiran atau
gagasan tertentu, tetapi juga melambangkan perasaan, kemauan dan tingkah laku
seseorang.
5
4. Alat untuk mengadakan kontrol sosial
Yang dimaksud dengan kontrol sosial adalah usaha untuk mempengaruhi
tingkah laku dan tindakan orang lain. Tingkah laku itu dapat bersifat terbuka yaitu
tingkah laku yang dapat dinikmati atau diobservasi, maupun yang bersifat tertutup yang
tidak diobsevasi. Sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini
dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan,
informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran dan
buku-buku instruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol
sosial. Ceramah agama merupakan contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol
sosial. Lebih jauh lagi, orasi ilmiah atau politik merupakan alat kontrol sosial. Kita juga
sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang di televisi dan radio. Iklan layanan
masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai
alat kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada
kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang
baik. Di samping itu, kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang
lain mengenai suatu hal.
C. Tujuan Bahasa yang Baik dan Benar
Melihat fungsi-fungsi bahasa, maka fungsi bahasa yang terutama adalah sebagai alat
komunikasi dan kontrol sosial. Maka dengan kemahiran dalam berbahasa yang baik dan
benar itu, kita harus berusaha untuk memberikan dasar-dasar guna memperoleh bahasa yang
baik dalam penggunaan bahasa lisan maupun tulisan agar yang mendengar atau yang diajak
bicara dengan mudah dapat memahami apa yang dimaksud.
6
Sebab itu bahasa yang dipergunakan pertama-tama haruslah bahasa yang umum
dipakai, yang tidak menyalahi norma-norma yang umum yang berlaku. Seorang siswa yang
belum mahir mempergunakan bahasa akan menemukan kesulitan-kesulitan, karena apa
yang dipikirkan atau dimaksudkan tidak akan sempurna dilahirkan kepada orang lain.
D. Ciri-ciri Bahasa yang Baik dan Benar
1. Logis, artinya dapat diterima oleh akal sehat, terutama mengenai isi yang diungkapkan
dalam susunan kalimat.
2. Lugas, artinya langsung mengenai masalah, tanpa kata atau kalimat yang tidak
menambah penjelasan. Selaras dengan kelugasan diperlukan pilihan kata yang padat
makna dan kalimat yang ringkas.
3. Bermakna tunggal, artinya hanya mengandung satu maksud.
4. Kuantitatif, artinya keterangan yang diberikan itu dinyatakan dengan angka.
5. Denotatif, artinya menggunakan satuan bahasa yang tidak melibatkan perasaan.
6. Baku, yakni menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.
7. Runtut, maksudnya antara kalimat yang satu dengan yang lain atau paragraf yang satu
dengan yang lain memperlihatkan keterkaitan yang erat.
E. Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar
Jika bahasa sudah baku atau standar, baik yang ditetapkan secara resmi lewat surat
putusan pejabat pemerintah atau maklumat, maupun yang diterima berdasarkan kesepakatan
umum dan wujudnya dapat kita saksikan pada praktik pengajaran bahasa kepada khalayak,
maka dapat dengan lebih mudah dibuat perbedaan antara bahasa yang benar dengan yang
7
tidak. Pemakaian bahasa yang mengikuti kaidah yang dilakukan atau yang dianggap baku
itulah yang merupakan bahasa yang benar.
Jika orang masih membedakan pendapat tentang benar tidaknya suatu bentuk
bahasa, perbedaan pemahaman itu menandakan tidak atauu belum adanya bentuk baku yang
mantap. Jika dipandang dari sudut itu, kita mungkin berhadapan dengan bahasayang sudah
dibakukan atau yang sebagiannya sudah baku sedangkan bahasa yang lain, masih dalam
proses pembakuan, ataupun yang semua bagiannya belum atau tidak akan dibakukan.
Bahasa Indonesia, agaknya termasuk golongan yang kedua. Kaidah ejaan dan pembentukan
istilah kata sudah distandarkan, kaidah pembentukan kata yang sudah tepat dianggap baku,
tetapi pelaksanaan patokan itu dalam kehidupan sehari-hari belum mantap.
Orang yang mahir menggunakan bahasanya sehingga maksud hatinya mencapai
sasarannya, apapun jenisnya itu dianggap telah dapat berbahasa dengan efektif. Bahasanya
membuahkan efek atau hasil karena serasi dengan peristiwa atau keadaan yang dihadapinya.
Di atas sudah diuraikan bahwa orang yang berhadapan dengan sejumlah lingkungan hidup
harus memilih salah satu ragam yang cocok dengan situasi itu. Pemanfaatan ragam yang
tepat dan serasi menurut golongan penutur dan jenis pemakaian jenis bahasa itulah yang
disebut bahasa yang baik atau tepat. Bahasa harus mengenai sasarannya tidak selalu perlu
beragam baku. Dalam tawar menawar di pasar, misalnya, pemakaian ragam baku akan
menimbulkan kegelian, keheranan atau kecurigaan. Akan sangat ganjillah bila tawar
menawar antartukang sayur dengan tukang becak memakai bahasa yang baku, seperti :
¨ Apakah Ibu mau menjual bayam ini ?
¨ Apakah bang becak bersedia mengantar saya ke pasar dan berapa ongkosnya ?
Contoh di atas adalah contoh bahasa Indonesia yang baku dan benar tetapi tidak baik dan
8
tidak efektif karena tidak cocok dengan situasi pemakaian Kalimat-kalimat itu. Untuk
situasi seperti di atas, maka dapat digunakan kalimat yang lebih tepat.
¨ Berapa nih, Bu bayemnya ?
¨ Ke pasar Bang berapa ?
Karena itu, anjuran agar kita berbahasa yang baik dan benar yang artinya pemakaian
ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya yang disamping itu mengikuti kaidah bahasa
yang betul. Ungkapan gbahasa yang baik dan benarh mengacu keragaman bahasa yang
sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran.
Supaya kita dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar, kita harus
memperdalam pengetahuan kita tentang bahasa. Kita harus membaca buku-buku yang
isinya baik dan bahasanya teratur. Tanpa usaha dengan sengaja ke arahnya itu, maka
penguasaan bahasa Indonesia tetap tidak akan baik.
1. Bahasa Indonesia yang baik
Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai
dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Misalnya, dalam situasi santai dan akrab,
seperti di warung kopi, di pasar, di tempat arisan, dan di lapangan sepak bola
hendaknya digunakan bahasa yang santai dan akrab dan tidak terlalu terikat oleh
patokan. Dalam situasi resmi dan formal seperti dalam kuliah, dalam seminar, dalam
sidang DPR dan dalam pidato kenegaraan hendaklah dipakai bahasa Indonesia yang
resmi dan formal yang selalu memperhatikan norma bahasa.
2. Bahasa Indonesia yang benar
Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai
dengan aturan atau kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Kaidah bahasa Indonesia
9
meliputi kaidah ejaan, kaidan pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, kaidah
penyusunan paragraf, dan kaidah penataan penalaran.
Jika kaidah ejaan yang digunakan dengan cermat kaidah pembentukan kata
diperhatikan dengan seksama dan penataan penalaran ditaati dengan konsisten
pemakaian bahasa Indonesia dikatakan benar. Sebaliknya, jika kaidah-kaidah kurang
ditaati pemakaian bahasa tersebut dianggap tidak benar atau tidak baku.
F. Fungsi Bahasa yang Baik dan Benar
Berbahasa Indonesia yang baik dan benar memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Fungsi pemersatu kebhinnekaan rumpun dalam bahasa dengan mengatasi batas-batas
kedaerahan sehingga mampu membangkitkan kesetiaan orang terhadap bahasa itu.
2. Fungsi penanda kepribadian yang menyatakan identitas bangsa dalam pergaulan
dengan bangsa lain.
3. Fungsi pembawa kewibawaan karena berpendidikan dan yang terpelajar.
4. Fungsi sebagai kerangka acuan tentang tepat tidaknya dan betul tidaknya pemakaian
bahasa sehingga memberikan kesadaran orang akan adanya aturan yang baku dan layak
dipatuhi agar ia tidak mendapat sanksi sosial.
10
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bahasa adalah alat komunikasi untuk mengungkapkan isi hati seseorang kepada
orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahasa berfungsi untuk
menyatakan ekspresi diri, alat komunikasi, alat mengadakan integrasi dan adaptasi sosial,
dan alat untuk mengadakan kontrol sosial. Bahasa yang digunakan harus baik dan benar
agar pendengar dapat memahami dan mengerti sesuatu yang dibicarakan. Karena bahasa
Indonesia yang baik dan benar itu adalah bahasa Indonesia yang digunakan dengan aturan
atau kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.
B. Saran
Berdasarkan hal diatas diharapkan siswa dapat berlatih penggunaan bahasa yang
baik dan benar dengan lebih baik lagi.
11
DAFTAR PUSTAKA
Telaumbanua, Verdinand M. 2010 . Diktat: Sintaksis Bahasa Indonesia.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Kamus besar Bahasa Indonesia. Jakarta:
Balai pustaka.
Jehan, W. George. 1979. Teknik Berbicara yang meyakinkan dan efektif. Jakarta
www.geogle.com. Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar.
12

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar