Kamis, 31 Januari 2013

Persiapan dan Etika Berwawancara


Persiapan dan Etika Berwawancara

Sebelum mengadakan wawancara, seorang pewawancara harus menyiapkan berbagai hal.
1.     Menentukan topik wawancara, misalnya: Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga miskin.
2.     Memilih narasumber yang akan diwawancarai.
Contoh:
a.  Mewawancarai penyalur BLT, yaitu lurah, ketua RW, dan ketua RT.
b.  Mewawancarai warga yang mendapat BLT.
3.     Membuat janji dengan narasumber.
4.     Menyiapkan daftar pertanyaan untuk wawancara.
Contoh:
a.  Daftar pertanyaan untuk penyalur BLT sebagai berikut.
ü  Bagaimana cara Anda mendata warga yang akan mendapat BLT?
ü  Bagaimana cara penyaluran BLT agar merata?
b.  Daftar pertanyaan untuk warga miskin sebagai berikut.
ü  Bagaimana perasaan Anda setelah mendapat BLT dari pemerintah?
ü  Seberapa besar BLT dari pemerintah sangat membantu dalam mencukupi kebutuhan keluarga Anda?

Wawancara harus dilakukan dengan etika yang baik.
Perhatikan penjelasan berikut!
1.     Melakukan janji terlebih dahulu dengan narasumber untuk menentukan waktu dan tempat.
2.     Datang tepat waktu saat wawancara dilakukan.
3.     Mengenakan pakaian yang sopan.
4.     Mengucapkan salam untuk mengawali wawancara.
5.     Menggunakan kata sapaan yang tepat.
6.     Mengajukan pertanyaan dengan jelas dan lantang, jangan berebutan dengan narasumber.
7.     Tidak menyela pembicaraan narasumber karena akan mengganggu kelancaran wawancara.
8.     Tidak menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan pribadi narasumber yang tidak berhubungan dengan topic wawancara.
9.     Mengucapkan terima kasih setelah selesai melakukan wawancara.
Pertanyaan-pertanyaan untuk wawancara harus disusun secara sistematis dan teratur.
Ada beberapa jenis pertanyaan, yaitu:
1.     Pertanyaan yang bersifat menimba
2.     Pertanyaan yang bersifat menyelidiki
3.     Pertanyaan yang bersifat membimbing
4.     Pertanyaan yang bersifat menyarankan
5.     Pertanyaan yang bersifat mengungkapkan
6.     Pertanyaan yang bersifat meneliti

Keenam sifat pertanyaan tersebut harus mencerminkan rumus 5W + 1H. Maksud dari rumus tersebut bahwa pertanyaan dalam wawancara harus menggunakan kata tanya:
1.     what atau apa
2.     when atau kapan
3.     who atau siapa
4.     where atau di mana
5.     why atau mengapa
6.     how atau bagaimana

Selain keenam kata tanya tersebut, penanya juga bias menggunakan kata tanya lain, misalnya: adakah.

Oleh: Nopenius Zai, S.Pd.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar