Jumat, 01 Maret 2013

KEPEMIMPINAN KUNCI KEBERHASILAN KEPALA SEKOLAH



KEPEMIMPINAN KUNCI KEBERHASILAN
 KEPALA SEKOLAH

 




DISUSUN OLEH
KELOMPOK 1
Nama                :
1.      Novermawati Lase
2.      Yustina Zebua
3.      William Agustina Tel.
4.      Serikat Zendrato
5.      Otoli Gea
Kelas                : B
Semester          : VI
M.K.                 : Kepemimpinan dan Manajemen Pendidikan
PRODI             : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
D.P.                   : Sadieli Telaumbanua,Dr,M.Pd,M.A
C:\Documents and Settings\RAMA MEND\My Documents\LOGO\LOGGO\IKIP.jpg






INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
 (IKIP) GUNUNGSITOLI
KEPEMIMPINAN KUNCI KEBERHASILAN KEPALA SEKOLAH
A.     Pendahuluan
Kepala  sekolah merupakan pemimpin pendidikan yingkat satuan pendidikan yang harus  memiliki  dasar kepemimpinan yang kuat. Dalam berbagai bidang kehidupan banyak ditemui pemimpin-pemimpin yang sebenarnya kurang layak mengemban amanah kepemimpinannya. Demikian halnya dalam pendidikan , tidak sedikit pemimpin pendidikan karbitan atau armatiran yang tidak memiliki visi dan misi yang jelas tentang lembaga pendidikan atau sekolah yang dipimpinnya. Kondisi seperti ini telah mengakibatkan buruknya iklim dan budaya sekolah, bahkan telah menimbulkan banyak konflik negatif dan stress para bawahan yang dipimpinnya. Hal ini tentu saja perlu penanganan yang serius , karena kepemimpinan pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam membangun sekolah yang efektif. Pada bagian-bagian selanjutnya membahas tentang kunci kesuksesan kepala sekolah sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai.

B.     Pentingnya Kepemimpinan Kepala Sekolah
Kepemimpinan pendidikan berkaitan dengan masalah kepala sekolah dalam meningkatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan secara efektif dengan para guru dalam situasi yang kondusif. Jadi, perilaku kepala sekolah  harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat dan penuh pertimbangan terhadap para guru, baik sebagai individu maupun secara berkelompok. Perilaku kepala sekolah yang positif dapat mendorong,mengarahkan dan memotivasi seluruh warga sekolah untuk bekerja sama dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan sekolah. Oleh karena itu, sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakkan manajemen sekolah agar dapat berjalan sesuai dengan tuntunan masyarakat dalam perkembangan kebutuhan zaman. Khususnya kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan seni. Dalam desentralisasi pendidikan yang menekankan pada manajemen berbasis sekolah, kepala sekolah memiliki otonomi yang tinggi dalam memajukan dan mengembangkan sekolahnya. Oleh karena itu, dalam konteks ekonomi daerah dan desentralisasi pendidikan, diperlukan pemimpin-pemimpin yang mengerti, dan memahami pendidikan secara utuh dan menyeluruh serta memiliki kepedulian dan komitme yang tinggi untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas di daerahnya.
Dalam konteks ekonomi daerah dan desentralisasi pendidikan, para pejabat daerah harus paham tentang pentingnya kepemimpinan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan tingkat sekolah yang memiliki peran penting dalam mewujudkan sekolah yang efektif dan pembelajaran yang berkualitas. Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif antara lain dapat dianalisis berdasarkan kriteria berikut:
1.      Mampu memberdayakan pendidik dan tenaga kependidikan serta seluruh warga sekolah lainnya untuk mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas, lancar dan produktif.
2.       Dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaan secara tepat waktu dan tepat sasaran.
3.      Mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif dalam rangka mewujudkan visi dan misi sekolah serta tujuan pendidikan.
4.      Mampu menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan pendidik dan tenaga kependidikan lain disekolah.
5.      Dapat bekerja secara kolaboratif dengan tim manajemen sekolah.
6.      Dapat mewujudkan tujuan sekolah secara efektif, efisien, produktif, dan akuintabel sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

C.     Indikator Kepemimpinan Kepala Sekolah Efektif
Kepala sekolah yang efektif harus mengetahui, menyadari dan memahami 3 hal yaitu:
1.      Mengapa pendidikan yang berkualitas diperlukan disekolah
2.      Apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu dan produktivitas sekolah.
3.      Bagaimana mengelola sekolah secara efektif untuk mencapai prestasi yang tinggi.
Indikator-indikator kepemimpinan kepala sekolah yang efektif sebagai berikut:
1.      Menerapkan pendekatan kepemimpinan partisipatif terutama dalam proses pengambilan keputusan.
2.      Memiliki gaya kepemimpinan yang demokratis, lugas dan terbuka.
3.      Menyiapkan waktu untuk bekomunikasi secara terbuka dengan para guru, peserta didik dan warga sekolah lainnya.
4.      Menekankan kepada guru dan warga sekolah untuk memenuhi norma-norma pembelajaran dengan disiplin yang tinggi.
5.      Memantau kemajuan belajar peserta didik melalui guru sesering mungkin berdasarkan data prestasi belajar.
6.      Menyelenggarakan pertemuan secara aktif. Berkala dan berkesinambungan dengan komite kepala sekolah, guru dan warga sekolah lainnya mengenai topik-topik yang memerlukan perhatian.
7.      Membimbing dan mengarahkan guru dalam memecahkan maslah-masalah kerjanya, dan bersedia memberikan bantuan secara proposional dan professional.
8.      Mengalokasikan dana yang diperlukan untuk menjamin program pelaksanaan program pembelajaran.
9.      Melakukan berbagai kunjungan kelas untuk mengamati kegiatan pembelajaran secara langsung.
10.  Memberikan dukungan kepada para guru untuk menegakkan disiplin para peserta didik.
Sejalan dengan uraian di atas maka Martin dan Lower (2001); serta Willower dan Kmetz (2007) mengemukakan indikator kepala sekolah yang efektif sebagai berikut:
1.      Memiliki visi yang kuat tentang masa depan sekolahnya dan mampu mendorong semua warga sekolahnya untuk mewujudkannya.
2.      Memiliki harapan tinggi terhadap prestasi peserta didik dan kinerja seluruh warga sekolah.
3.      Mendaya gunakan berbagai sumber belajar dan melibatkan seluruh warga sekolah secara kreatif, produktif dan akuintabel.
Ada juga beberapa indikator perilaku dan kinerja kepala sekolah yang kurang efektif sebagai berikut:
*   Memfokuskan perannya sebagai manajer sekolah dan anggaran.
*   Sangat disiplin dalam menjaga dokumen.
*   Berkomunikasi dengan setiap orang sehingga memboroskan waktu dan tenaga.
*   Membiarkan guru melakukan pembelajaran dikelas tanpa memberikan masukan dan umpan balik.
*   Kurang mampu mengatur waktu secara efektif dan efisien, serta hanya sedikit menyediakan waktu untuk urusan kurikulum dan pembelajaran.

D.              Sepuluh Kunci Sukses Kepemimpinan Kepala Sekolah
Kepemimpinan kepala sekolah berkaitan dengan berbagai tugas dan fungsi yang harus diembannya dalm mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, mandiri, dan akuntabel. Jadi untuk mewujudkan hal tersebut maka ada sepuluh kunci keberhasilan yang akan membantu kesuksesan kepala sekolah dalam kepemimpinanya. Ke sepuluh kunci keberhasilan / kesuksesan tersebut sebagai berikut:

1.Visi yang Utuh
Helgeson (1996) mengemukakan bahwa visi merupakan penjelasan tentang rupa yang seharusnya dari suatu organisasi ketika ia berjalan dengan baik. Visi juga dapat didefinisikan sebagai suatu pandangan yang merupakan kritalisasi dan intisari dari suatu kemampuan (competence), kebolehan (ability) dan kebiasaan (self efficacy). Morrysei (1997) mengemukakan bahwa  visi adalah presentasi  dari apa yang diyakini sebagai bentuk organisasi dimasa depan dalam pandangan pelanggan, karyawan, pemilik, dan stakeholder lannya.
Jadi kesimpulan dari pengertian visi diatas adalah bahwa visi merupakan daya pandang yang komprehensif, mendalam dan jauh kedepan, meluas serta merupakan daya pikir yang abstrak, yang memiliki kekuatan amat dahsyat dan dapat menerobos batas waktu ruang dan tempat.
Karakteristik kepala sekolah yang memiliki visi yang utuh dapat di indetifikasikan sebagai berikut:
*   Berniat ibadah dalam melaksanakan tugasnya.
*   Beragama dan taat melaksanakan ajaran-Nya.
*   Berniat baik sebagai kepala sekolah.
*   Belaku adil dalam memecahkan masalah.
*   Berkeyakinan bahwa bekerja dilingkungan sekolah merupakan ibadah dan panggilan jiwa.
*   Bersikap tawadhu (rendah hati).
*   Berhasrat untuk memajukan sekolah.
*   Tidak terlalu berambisi, terhadap imbalan materi dari hasil pekerjaannya.
*   Bertanggungjawab terhadap segala ucapan dan perbuatannya.
Dalam memgembangkan visinya, kepala sekolah harus mampu mendayagunakan kekuatan-kekuatan yang relevan bagi kegiatan internal sekolah. Kekuatan-kekuatan tersebut dapat dibagi dalam dua kelompok sebagai berikut:
v   Kekuatan yang berhubungan dengan apa yang sedang berlangsung diluar sekolah.
v   Kekuatan yang berhubungan dengan klien pendidikan yaitu latar belakang sosial, aspirasi keuangan, sumber-sumber masyarakat, dan karakteristik lingkungannya.
Visi sekolah yang utuh, harus dapat direalisasikan dalam kehidupan nyata, bukan hanya khayalan  tetapi bisa dilaksanakan dan diwujudkan menjadi kenyataan. Hal ini penting, agar dalam perwujudan visi tersebut mendapat dukungan sepenuhnya dari masyarakat, khususnya masyarakat sekitar sekolah, sehingga mereka memiliki tanggungjawab dan rasa memiliki terhadap sekolah.

2. Tanggungjawab
Salah satu sifat yang dapat memperkuat keyakinan kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya adalah merasa dirinya diamanahi kepemimpinan dan harus  bertanggungjawab. Tanggungjawab merupakan beban yang harus dipikul dan melekat kepada kepala sekolah. Memikul tanggungjawab adalah kewajiban seorang pemimpin dalam bebagai situasi dan kondisi. Tanggungjawab seorang pemimpin harus dibuktikan bahwa kapan saja dia harus siap untuk melaksanakan tugas. Dalam rangka membangun kepercayaan dan tanggungjawab, setiap kepala sekolah dalam melaksanakan fungsi kepemimpinannya harus mampu memberdayakan tenaga kependidikan dan seluruh warga sekolah agar mau dan mampu melakukan upaya-upaya untuk mencapai tujuan sekolah.



3.Keteladanan
Keteladanan merupakan dimensi yang tidak kalah pentingnya dalam kepemimpinan kepala sekolah. Melalui pembinaan yang intensif hendaknya masalah keteladanan ini selalu diingatkan. Satu kata dengan perbuatan adalah pepatah yang harus diingatkan kepada kepala sekolah. Kelakuan kepala sekolah yang selalu menjadi contohyang baik bagi bawahannya akan menjadi salah satu modal utama bagi terlaksananya manajemen sekolah yang efektif.
Perilaku keteladan kepala sekolah bisa ditunjukkan juga dengan selalu menghargai bawahan. Merasa bahwa guru dan staf dihargai pendapatnya, dia juga akan menghargai pihak seperti peserta didik. Sifat yang harus dimiliki kepala sekolah  bukan hanya sifat-sifat yang berhubungan dengan tipe kepemimpinan seperti demokrasi atau kompromiser, tetapi juga harus dibarengi dengan sifat-sifat seperti mau memperhatikan etika. Etika berkaitan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dimasyarakat ini harus dijadikan pegangan dalam bertindak agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

4.    Memberdayakan Staf
Tiga hal yang dapat dilakukan untuk memberdayakan staf dan membuat mereka merasa nyaman dengan dirinya sendiri adalah sebagai berikut:
*   Apresiasi (appreciation)
Mungkin hal paling sederhana untuk membuat orang lain merasa nyaman dengan dirinya sendiri adalah ekspresi kita yang berkesinambungan atas segala hal yang melakukan, besar maupun kecil. Jika kita mengembangkan sikap penghargaan yang mengalir dengan tulus dan ikhlas dalam seluruh interaksi dengan orang lain, maka akan sangat terkejut dengan kenyataan mengenai betapa populernya kita dan betapa orang lain sangat berhasrat untuk membantu pekerjaan kita.
*                  Pendekatan (approach)
Untuk membuat orang lain merasa dipentingkan untuk meningkatkan harga diri mereka , dan memberikan mereka rasa kekuatan dan berenergi adalah dengan banyak menggunakan pujian dan pendekatan. Jika kita memberikan pujian dan pendekatan yang jujur dan tulus kepada orang lain atas prestasi mereka, besar maupun kecil, maka akan dikejutkan dengan kenyataan betapa banyaknya orang yang menyukai dan betapa banyaknya orang yang dengan sukarela mau membantu kita mencapai tujuan. Jika kita mencari setiap kesempatan untuk melakukan dan mengatakan sesuatu yang membuat orang lain merasa nyaman tentang diri mereka, maka akan heran dengan tidak hanya bagaimana senangnya perasaan kita tetapi juga heran dengan hal-hal menakjubkan yang mulai terjadi di sekitar kita.
*                  Perhatian (antetion)
Untuk memberdayakan orang lain, membangun harga diri dan membuat mereka merasa penting adalah memberikan perhatian penuh terhadap mereka ketika berbicara. Sebagian besar orang sangat disibukkan dengan usaha untuk didengar, yang membuat mereka jadi tidak sabar saat orang lain berbicara. Ingatlah, satu kegiatan paling penting yang harus dilakukan dari waktu ke waktu adalah mendengarkan secara sungguh-sungguh terhadap orang lain saat mereka bicara atau mengekspresikan diri. Dalam hal ini juga kepala sekolah juga harus mampu memberdayakan staf, terutama berkaitan dengan pemberian kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan secara teratur. Kepala sekolah juga harus memperhatikan kenaikan pangkat dan jabatannya.

5.    Keteladanan
Menjadi pendengar yang baik merupakan salah satu syarat mutlak bagi kepala sekolah untuk bisa memiliki pengaruh terhadap guru dan warga kepala sekolah lainnya. Dengan memiliki pengaruh, seorang kepala sekolah memiliki bekal yang lebih baik untuk memberdayakan warga sekolah sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Ada beberapa alasan mengapa kepala sekolah harus mau mendengarkan sebagai berikut:
a.Membangun kepercayaan
Kepala sekolah yang mau mendengarkan tenyata lebih dipercaya, dari pada yang banyak bicara dan mengobrol. Kepercayaan merupakan pelumas bagi terjadinya perubahan, pemikiran dan mendengarkan adalah kuncinya.
b. Kredibilitas
Jika kepala sekolah sungguh-sungguh mendengar terhadap tenaga kependidikan disekolahnya, maka kredibilitasnya akan meningkat. Kepala sekolah yang hebat adalah orang-orang yang mampu menjadi pendengar yang baik, yang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin besar.
c. Dukungan 
Pada umumnya orang mengakui bahwa mereka merasa memperoleh dukungan bila didengar, khususnya ketika mereka marah atau gelisah. Dengan didengar, mereka merasa dihargai dan dipahami. Jadi, jika kita mau mendengar seseorang sama artinya, dengan mengirimkan pesan yang memgatakan “ anda penting bagi saya, saya menghargai anda”.
d. Menjadikan Sesuatu Terlaksana
Sebagaimana membangun kepercayaan, mendengar juga memungkinkan kepala sekolah mencapai tujuan, karena orang yang didengar akan mau bekerja sama dengan kita.
e. Informasi
Mendengar memberikan kepala sekolah banyak  informasi yang berguna, baik untuk saat ini maupun masa yang akan datang. Dengan memiliki banyak informasi, akan mampu mengarahkan apa yang dikatakan orang.
f. Pertukaran
Jika kepala sekolah mendengarkan tenaga kependidikan maka mereka akan mendengarkan kita. Sesuai dengan prinsip pertukaran, dukungan kita kepada orang lain akan membuat mereka juga mendukung kita kepada orang lain sehingga akhirnya akan bisa mencapai tujuan.
Menurut Watson (1995)ada empat gaya mendengarkan yang biasanya digunakan orang, begantung pada kesukaan dan tujuannya. Keempat gaya tersebut sebagai berikut:
vGaya orientasi orang (pople-oriented)
vGaya orientasi isi (content-oriented)
vGaya oientasi tindakan (action-oriented)
vGaya orientasi waktu (time-oriented)

6.                  Memberikan layanan prima
Beberapa upaya sekolah dalam memberikan layanan prima adalah sebagai berikut:
a.    Disiplin kehadiran guru.
b.     Sikap ramah guru.
c.    Sikap ramah dan layanan yang cepat dari para tenaga kependidikan.
d.    Memberi penghargaan / pujian yang wajar kepada peserta didik yang berprestasi.
e.     Memberi teguran / hukuman yang wajar dan tanpa menyinggung perasaan terhadap peserta didik yang melakukan pelanggaran.
f.      Memberikan layanan tambahan bagi peserta didik yang memerlukan tambahan belajar.
g.    Bersikap ramah dan kooperatif dengan masyarakat dan orangtua.
h.    Membantu peserta didik secara optimal dalam menghadapi dan memecahkan berbagai masalah.
i.      Menjaga keharmonisan dengan instansi terbaik baik atasan maupun lainnya.
j.      Melakukan perbaikan secara berkesinambungan dengan memperbaiki layanan yang kurang memuaskan.

7.                  Mengembangkan Orang
Dalam mengoptimalkan SDM di sekolah, perlu diupayakan agar setiap tenaga kependidikan yang ada, baik guru maupun tenaga administrasi, dapat mengembangkan kemampuan dan kariernya secara optimal. Hal ini memberi dampak terhadap mutu layanan yang diberikan, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan mutu pembelajaran.
Upaya-upaya yang dapat dilakukan kepala sekolah dalm mengembangkan bawahan, antara lain dengan memberi tugas-tugas yang cocok dan cukup menantang, memberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan serta memberi penghargaan pada bawahan yang berprestasi dalam pekerjaannya. Mengembangkan tenaga kependidikan adalah upaya agar dapat lebih optimal dalam bekerja sama.

8.                  Memberdayakan  Sekolah
Pemberdayaan merupakan cara yang efektif untuk mendapatkan kinerja yang terbaik dari staf atau pihak yang di bina. Cara memberdayakan sekolah yaitu bentuk pemberdayaan yang disarankan adalah kerja sama. Secara tradisional, budaya organisasi itu, dapat berjalan menurut empat budaya yaitu budaya kekuasaan, budaya peran, budaya tugas dan budaya perorangan. Kepala sekolah yang menumbuhkan budaya pemberdayaan disekolah perlu dua hal yaitu memupuk kepercayaan dan keterbukaan.

9.                  Fokus Pada Peserta Didik
Kebutuhan utama yang harus dipenuhi oleh kepala sekolah adalah bahwa peserta didik harus belajar secara optimal. Perhatian pada peserta didik juga termasuk bagaimana memperhatikan motivasi belajar mereka. Peserta didik yang belajarnya masih memerlukan motivasi dibimbing, dengan menugaskan guru BP. Proses belajar harus menjadi perhatian utama kepala sekolah dan segala fasilitas yang ada harus diarahkan pada kegiatan belajar peserta didik, karena melalui proses belajar yang optimal paling tidak peserta didik sudah dapat diberi layanan prima. Layanan peserta didik harus juga diarahkan pada tersedianya sarana dan prasarana yang diperlukan oleh peserta didik, seperti buku, alat tulis, dan alat-alat olahraga.

10.              Manajemen yang mengutamakan Praktik
Seorang kepala sekolah harus pandai berteori dan mempratikkan gagasan tersebut dalam tindakan nyata. Paktik adalah tindakan nyata seorang kepala sekolah dalam melaksanakan kepemimpinannya. Kepala sekolah jangan hanya pandai berteori tetapi harus melakukan berbagai tindakan nyata yang dapat menghasilkan sesuatu. Untuk itu kepala sekolah harus memiliki sifat yang terbagi dalam beberapa bagian berikut ini:

a.       Konstruktif
b.      Kreatif
c.       Delegatif
d.      Integratif
e.       Pragmatis
f.        Adaptabel dan fleksibel

Untuk melakukan sifat-sifat diatas, kepala sekolah harus mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya. Dalam hal ini, kepala sekolah harus mampu bertindak sesuai dengan situasi dan kondisi guru, tenaga kependidikan dan warga kepala sekolah lainnya.
KESIMPULAN

*                                  Kepala sekolah merupakan pemimpin kepala pendidikan tingkat satuan pendidikan yang harus memiliki dasar kepemimpinan yang kuat.
*                                  Sepuluh kunci kesuksesan kepala sekolah sebagai berikut:
·            Visi yang utuh
·            Tanggungjawab
·            Keteladanan
·            Meberdayakan staf
·            Mendengarkan orang lain
·            Memberikan layanan prima
·            Mengembangkan orang
·            Memberdayakan sekolah
·            Fokus pada pesrta didik
·            Manajemen yang mengutamakan praktik




 



  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar